Lembang Tak Lagi Mendukung, Observatorium Bosscha akan Pindah ke NTT
Posted by Unknown
on 2:14 AM
Tim dari ITB dan LAPAN menilai bahwa Lembang (Bandung) , tempat Observatorium Bosscha kini berada sudah tak lagi mendukung kegiatan pengamatan dan penelitian Antariksa. Sejak Lembang tumbuh pesat dengan berbagai pusat bisnis, penelitian astronomi di Bosscha semakin terganggu akibat besarnya polusi cahaya.
Untuk melakukan pengamatan Antariksa, kecerahan dan jumlah cahaya dilangit haruslah sesuai dengan standar. Saat ini tim riset astronomi Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) sedang melakukan tahap uji kelayakan lokasi di Kupang, Nusa Tenggara Timur.
Kupang sendiri merupakan salah satu daerah yang cukup kering di Indonesia serta potensi Kecerahan langit baik siang dan malam harinya memenuhi syarat untuk dibangun sebuah Observatorium.
Kepala Observatorium Bosscha, Dr. Mahasena Putra mengatakan, terangnya langit Lembang membuat penelitian semakin terbatas. Jika dulu bintang bisa terlihat banyak, saat ini terkesan sedikit karena sulit untuk diamati. Jika beberapa tahun lalu, arah horizon 60 derajat masih bersih sehingga leluasa untuk menelitinya, tapi kini tinggal hanya 40 derajat. Sempitnya ruang penelitian Bosscha membuat sejumlah obyek tak terlihat lagi, seperti salah satu galaksi di Lingkar Selatan. Pada akhir tahun 1990-an, obyek langit itu sama sekali tak bisa dilihat.
Untuk diketahui, Semakin banyak populasi sumber listrik baik dari perumahan atau industri si sekitar Observatorium, maka langit nya memiliki keterangan yang berlebihan. Oleh karena itu, biasanya Observatorium bertempat di gurun-gurun yang jauh dari pemukiman dan industri.
“Terangnya langit di Bosscha dibandingkan di NTT sana itu, yang di sini (Lembang) seratus kali lebih terang, artinya bintang redup nggak bisa kelihatan. Jadi sudah seperti itu (kondisinya), dan itu disebabkan oleh lampu-lampu. Ternyata setelah kita pelajari, Lembang itu bukan tempat yang terbaik secara cuaca di Indonesia. Sekarang dengan penelitian baru, ternyata yang paling bagus secara cuaca itu ada di Indonesia Timur,” tutur Mahasena.
Saat ini Tim dari ITB dan LAPAN masih terus bersinergi mengurus segala sesuatu nya termasuk dukungan (ijin, pendanaan) dari Pemerintah. Sebelumnya Pihak Bosscha sudah mengingatkan hal ini kepada pemerintah, namun tidak ada perkembangan berarti. Jika hal ini dibiarkan, keberadaan Bosscha pun terancam.
Sumber: Teknosains


0 comments:
Post a Comment